Pelatihan Hidroponik


Hidroponik banyak diminati orang. Cara tersebut menghasilkan selain bersih, higienis, dan sangat mudah, karena tidak membutuhkan lahan luas. Sabtu, 15 September 2018 di Pondok Pesantren (Ponpes) Daar el Manshur, Jl. Mandor Tadjir No. 39, Pondok Petir, Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat mengadakan pelatihan hidroponik. Pelatihan disponsori oleh Universitas Terbuka dan dihadiri oleh peserta pelatihan dan warga sekitar Ponpes.

Pelatihan hidroponik dibuka, dan dimulai pukul 0930 di Ponpes dan dilanjutkan dengan teori dan praktik di lapangan.

Era teknologi merambah ke berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali dunia pertanian. Indonesia merupakan negara agraris, yang mengandalkan pertanian sebagai mayoritas penduduk, adalah bertani. Namun demikian, karena pertumbuhan penduduk semakin pesat, urbanisasi dari desa ke kota semakin meningkat. Di kota lahan pertanian semakin menyempit, orang enggan pulang ke desa, namun ingin tetap dapat bercocok tanam seperti di desa. Sehingga orang banyak melirik dan tertarik pada teknologi hidroponik.

Hidroponik lebih sehat
Petani berdasi adalah julukan petani modern. Semua dikerjakan dengan cara bersih. Cristina Sgherri, peneliti Departemen Kimia dan Bioteknologi Peraanian Universitas di Pisa, Italia, dan keempat rekannya meneliti aktivitas antioksidan basil ocimum basilum cv. Terbukti extrax basil hidriponik memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi. Kandungan vitamin C, Vitamin E, asal pipoat, total fenol, dan asam rosmarinat lebih tinggi.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Food Science and Technology mengungkapkan varietas paprika hijau paloa dan impacto yang dibudidayakan secara hidroponik serta varietas paloma dan magali yang dibudidayakan di atas tanah. Hasil penelitian Mary Magdalene Rinaldi dan rekan itu menyebutkan vitamin C varietas paloma yang dibudidayakan secara hidrpoonik lebih tinggi dibandingkan paloma yang dintaman di tanah setelah 12 hari penyimpanan dengan suhu 21 + 2derajat Ceclcius dengan kelembaban relatif 70 + 5%

Teknik hidroponik memungkinkan tanaman memperoleh nutrisi yang diperlukan secara terukur untuk meningkatkan kualitasnya. Berbeda dengan penanaman di tanah yang penyebaran nutrisinya tidak dapat dibatasi – kecuali dalam pot atau wadah tertentu. Namun, perlu diingat, hanya dengan teknik budidaya hidroponik yang tepat, kualitas panen dapat mengingkat. Tergantung cahaya, kelembaban dan kecukupan nutrisi yang diperoleh tanaman. Pekebun hidroponik yang benar memberikan faktor-faktor pendukung tersebut secara tepalah yang dapat menghasilkan sayuran hdiroponik lebih berkualitas dari sisi kandungan vitamin dan penampilan fisiknya dibandingkan sayuran konvensional di atas tanah.
Sumber: Majalah Trubus Hidroponik Praktis (September 2015)

Terdapat 9 macam teknik hidroponik.
1. Wick System
2. Nutrient Film Technique (NFT)
3. Pasang dan surut air Ebb and flow watter
4. Sistem Kultur Air (water culture system)
5. Irigasi sistem tetes (Irigation Drip System)
6. Air yang diuapkan Aeroponick
7. Aquaponics
8. Sistem Gelembung
9. Sistem Fertigasi

Selamat mencoba, semoga sukses selalu  dan sampai jumpa pada tutorial berikutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.